
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Ganesha, melaksanakan proyek MINI TEBA (Pengolahan Daun Menjadi Kompos) sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Pendidikan Biologi untuk Pembangunan Berkelanjutan. Proyek ini mengangkat konsep pengelolaan sampah organik berbasis kearifan lokal Bali sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 15, yaitu menjaga dan melestarikan ekosistem daratan.
Kegiatan ini berawal dari banyaknya sampah daun yang menumpuk di sekitar Laboratorium Biologi Undiksha. Daun-daun yang terus berguguran setiap hari umumnya hanya dikumpulkan atau dibuang sehingga belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah organik tersebut dapat diolah menjadi kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman sekaligus menjaga kebersihan lingkungan kampus.
Melihat dari kondisi tersebut, empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, yaitu Ni Wayan Eka Dwiriani, Sayu Kade Dwi Lusyiani Putri, Putu Riska Triani, dan Ni Made Aryanti Satya Dewi, mengembangkan MINI TEBA sebagai tempat sederhana untuk mengolah sampah daun menjadi kompos. Fasilitas ini dibuat menggunakan buis beton yang dipasang di area belakang Laboratorium Biologi dan dirancang agar proses pengomposan dapat berlangsung secara alami dengan bantuan mikroorganisme pengurai.
Pelaksanaan proyek dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei lokasi, penggalian tanah, pemasangan buis beton, pembuatan tutup buis secara mandiri menggunakan cor beton, hingga proses finishing. Setelah seluruh konstruksi selesai, daun-daun kering yang ada di sekitar kampus dikumpulkan, dicacah, kemudian dimasukkan ke dalam MINI TEBA bersama larutan EM4 sebagai aktivator untuk membantu mempercepat proses penguraian bahan organik menjadi kompos.
Selama proses pengerjaan, tim juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, adanya akar pohon yang menghambat proses penggalian, serta perlunya membuat tutup buis sendiri agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengomposan. Meskipun demikian, berbagai hambatan tersebut berhasil diatasi melalui penyesuaian teknis tanpa mengurangi fungsi utama MINI TEBA sebagai sarana pengolahan sampah organik.
Hingga saat ini, satu unit MINI TEBA telah berhasil dibangun dan mulai digunakan. Proses pengomposan juga sudah berjalan sehingga diharapkan mampu membantu mengurangi penumpukan sampah daun di lingkungan Laboratorium Biologi. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, proyek ini juga menjadi pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa mengenai pengelolaan sampah organik, kerja sama tim, serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui tindakan nyata.
Melalui proyek MINI TEBA, diharapkan semakin banyak sivitas akademika yang ikut peduli terhadap pengelolaan sampah organik dan memanfaatkan limbah daun menjadi kompos yang bermanfaat. Dengan begitu, lingkungan kampus dapat menjadi lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan serta mampu mendukung terwujudnya tujuan SDGs 15 secara nyata.





